Kenangan adalah usia kedua dari seorang manusia...

Kamis, 06 Juli 2017

Hwarang: The Poet Warrior Youth

*Mengawali postingan pertama setelah long time hiatus dengan review drakor*

Menentukan drama selanjutnya yang akan ditonton selalu melewati proses seleksi panjang. Browsing di internet untuk baca review drama-drama terbaru, ngubek-ngubek forum diskusi untuk tau rekomendasi drama dari penggila drakor, dan menyelami langsung trailer atau potongan-potongan dari drama yang direkomendasikan (termasuk baca ratusan komen di Youtube) adalah proses wajib sebelum menentukan pilihan.

Dari sekian banyak drama kolosal, drama Hwarang ini sebenarnya berada di urutan sekian belas dari drama kolosal yang pengen kutonton. Jauh di bawah Moon Lovers: Scarlet Heart Ryeo dan
Love in the Moonlight yang kata orang patut masuk list teratas drama kolosal layak tonton.

Tapi namanya jodoh ya buu, ngga akan kemana 😆😆😆😆

Melihat kuota internet khusus buat nonton video masih puluhan GB, maka untuk pertama kalinyalah aye mengenal apa itu yang namanya Viu. Iseng-iseng nyoba aja. Dan pilihan iseng nyoba itu jatuh pada Hwarang yang saat itu muncul di halaman depan. Niat hati cuma pengen intip satu episode aja (ecek-eceknya anak gaul gitu udah pernah maen Viu).

Aye terjun dengan ekspektasi 0 (nol). Tapi di episode pertama ternyata langsung jatuh hati. 💓💓💓💓💓💓💓💓💓💓
Luluh lantak setelah kenal sama Si Raja Tanpa Wajah yang diperankan sama Park Hyung Sik. Park Hyung Sik itu siapa juga aku ngga kenal sama sekali tadinya, padahal udah pernah liat dia di The Heirs. Tapi kehadirannya saat itu tak menarik sama sekali 😂😂





*Drama ini tentang apa, bisa baca sendiri yes di Wikipedia*

Second Lead Syndrome hit me super duper hard 😭😭😭😭😭
Episode awal masih kerasa bahagia karena tanda-tanda patah hati belum muncul terlalu jelas (walaupun emang sebenernya udah terprediksi sih ya). Tapi makin ke belakang makin perih rasanya.
Mewek sampai air mata bukan lagi netes tapi (literally) ngalir 😭😭😭😭😭

Dan akhirnya, pasca menamatkan drama itu (dengan susah payah), pesona Sam Maek Jong/Ji Dwi/ King Jinheung masih membekas teramat sangat.
Ngga bosen liat potongan video2 dia di drama itu, memandangi muka gantengnya dan dengerin suaranya yang djuara 💘💘💘

Dia ada peran di drama lain yang tanggapan pemirsanya ngga kalah bagus. Drama terbarunya Strong Woman Do Bong Soon katanya unyu2 baper gitu. Tapi mau nonton kok ragu ya.
1. Belum pengen move on dari penampilan Sam Maek Jong dengan rambut panjang dan baju jadulnya.
2. Belum pengen move on dari sikap dan sifat Sam Maek Jong yang cool, unyu, rapuh-rapuh minta dipeluk 😚😚😚😚, tapi keren dan bijaksana itu.


Wallpaper hp aye sekarang 😝😝😝😝

Senin, 28 Desember 2015

Kesempurnaan Cinta

Kau dan aku tercipta oleh waktuHanya untuk saling mencintaiMungkin kita ditakdirkan bersamaRajut kasih jalin cinta
Berada dipelukanmuMengajarkanku apa artinya kenyamananKesempurnaan cinta
Berdua bersamamuMengajarkanku apa artinya kenyamananKesempurnaan cinta
Tak pernah terbayangkan olehkuBila kau tinggalkan akuHancurlah hatiku musnah harapanku sayang
Berada dipelukanmumengajarkanku apa artinya kenyamananKesempurnaan cinta
Berdua bersamamumengajarkanku apa artinya kenyamananKesempurnaan cinta
-Kesempurnaan Cinta-By Rizky Febian*Anaknya Sule :D
Lagu yang belakangan ini sangat ku sukai. Tak bosan tiap hari diputar. Walaupun komen awalku saat mendengarkannya adalah "sesat amat nih, masa kau dan aku tercipta oleh waktu? tercipta oleh Allah SWT" :D
Listening to this song makes me blushing unreasonably (#'.'#)

Rindu

Image Source


Aku merindu.
Nafas angin musim dingin yang kerap kali dilengkapi ketuk hujan terasa makin mematrikan kata rindu.
Kilat petir yang menyilaukan membuat rinduku makin benderang.
Hilir mudik kenangan dan kelebat khayalan masa depan jelas memampangkan wajah yang kurindukan.
Menghitung waktu untuk bertemu, memetik rindu.

Terkadang aku jatuh terlalu dalam pada rindu.
Meringkuk sedih meratapinya.
Seolah tlah bertahun sudah kami tak bertemu.
Tak sadar telah berlebihan, aku membiarkan air mata bersisihan dengan rintik hujan.

Rindu...
Bersyukurnya diriku, yang hanya merindu untuk sementara.
Tak terbayang rasa orang-orang itu.
Dia yang merindukan sesuatu yang tak kan mungkin bisa dilihat lagi.
Merindu seseorang untuk waktu yang tak tentu.
Mungkin segera lenyap, mungkin selamanya.

Jumat, 30 Oktober 2015

Siapa yang Lebih Pantas

"Perbandingan tak membawa kita kemana-mana" tak sepenuhnya benar. Terkadang perbandingan membawa kedamaian.

Membandingkan kehidupanmu dengan kehidupannya. Siapa yang telah lebih banyak kehilangan? Siapa yang telah lebih besar mengalami kesedihan? Kau tau pasti jawabannya.
Lalu kenapa harus bersedih?
Kau tau pasti, dia yang lebih pantas mendapat kebahagiaan itu terlebih dulu.

Jumat, 23 Oktober 2015

Ingin Sepekan Tanpanya

Kepalanya dipukul berulang kali dengan sebilah bambu.
Jatuh, berdarah, sakit.
Tapi, ia mencoba terus bangit, lagi dan lagi.
Namun, pukulan terakhir ini seperti membuatnya terkapar.
Enggan untuk bangkit, takut dipukul lagi.
Ia ingin pura-pura mati.

Mungkinkah usahanya tak terlihat?
Apakah usaha setengah matinya untuk mengajak bicara tak terasa?
Apakah usahanya untuk membuat semua seperti baik-baik saja walaupun hanya ditanggapi dengan terus berwajah datar dan jawaban pendek pun ketus juga tak terasa?
Ia sekuat tenaga menahan hasrat untuk berlari pulang demi harapan bahwa senyum itu akan kembali sebentar lagi.

Apakah kalimat hukuman "Aku tidak akan minta tolong padamu lagi" itu tak cukup?
Baginya itu cukup mengundang jerit ketakutan.
Tapi, ia menahan tangisnya. Demi membuat semuanya setidaknya tidak jadi lebih buruk.

Apa yang ia dapat hari itu hanyalah rasa takut, kesepian, diabaikan.
Ia tetap berusaha mengulur waktu bersama, walaupun sungguh sebenarnya ia ingin segera lari, sembunyi, menangis.

Hingga akhirnya kepalanya yang sudah pening itu kembali dipukul dengan kalimat-kalimat prasangka. Ia dibilang meremehkan. Ia dikata mementingkan uang.

Semua ini hanya karena pertanyaan kecil yang mungkin terucap dengan kalimat yang salah. Mungkin otak bodohnya memang membuahkan kata-kata yang menyakitkan. Sungguh ia merasa bersalah.

Sungguh ia takut. Apakah nanti kepalanya akan terus terasa dipukul?

Ia terkapar

Ia sakit

Ia takut

Ia hanya ingin pura-pura mati


Kamis, 22 Oktober 2015

Life is not just about love

Ketika melihat seorang gadis sedang cemberut, murung, bermuram durja, lesu, tak banyak bicara, dan banyak melamun, kira-kira apa yang akan orang tanyakan padanya?

Ada beberapa orang yang akan langsung menginterogasi "Kenapa? Pacarmu nakal ya? Diapain kamu?"
Belum lagi kalimat lanjutannya "Udah, putusin aja."
Yang akan hanya dijawab dengan cengiran kecut.

Sepertinya otak perempuan yang sedang dimabuk asmarapun bukan hanya berisi tentang kekasihnya. Life is not just about love, Guys!

Kenapa mereka tak bertanya "Kenapa? Ada apa dengan ayahmu? Ada apa dengan ibumu? Ada apa dengan adikmu?" Atau "Ada masalah sama temen kosan?"

Pada akhirnya, tak akan ada yang tau tentang masalah sesungguhnya kan.
Karena kau bukan tipe orang yang gampang bercerita tanpa dipancing sekuat tenaga.
Apalagi dengan 'umpan' yang menjengkelkan macam itu. Mood bercerita malah akan tenggelam sedalam-dalamnya bumi.

Kamis, 11 Juni 2015

Jelang 1 Agustus 2015



"Yaudah lah ya. Kita gini aja. Ngga nonton bioskop kayak orang lain. Ngga nge-mall. Kita gini aja (nonton konser)"
-tsuza-

Milih VIP...
Am I crazy?