Kenangan adalah usia kedua dari seorang manusia...

Minggu, 03 Maret 2013

Kampung Inggris, Pare

 The Hot Pare. A slice of Memory from almost 2 months journey in Kampung Inggris....
9 Desember 2012 - 7  Februari 2013


Mr. Bob -  Pronun Class bersama Miss Raya
Pronun Class :  In photo (Dita, Dadi, Letto, Malik, Ayin, Sasa, Azki, Miss Raya (Tutor), Ridwan, Mahmud, Mela), Reni, Mom

Mr. Bob - Tic Talk Class bersama Uncle
Tic Talk class : In photo (Mahmud, Aan, Kama, Uncle (Tutor), Bai, Dadi, Khalis, Rudi, Ayin, Mela, Shinta,Rosi, Azki, Dita, Sasa), Reni, Mom



Mr. Bob - In Pronun Class

Mr. Bob - Tic Talk's girls

Mr. Bob - Tic Talk's Girls (again)

Mr. Bob -  Tic Talk's Girls (more...)

Mr. Bob - Tic Talk's Girls ( Don't be bored. hehe...)


Mr. Bob - That's my comments paper

The Daffodils - Step One Class 

Step One: In photo (Mr. Ipud (Tutor), Icha, Astrid, Ageng, Dewi, Rifki, Nuzul, Irma, Yuyun, Miss Is, Widha), Syarif, Ema, Sukma, Putri, Ditcyu, Mila, Andri, Adit, Anggi
Oxford - Stage 2 & 3 (belum dapet foto member-membernya, jadi foto lokasinya aja dulu. hehe )

Oxford Stage 2 : Mita, Nency, Linda, Nisa, Pipit, Wiwik, Titin, Wulan, Azhar 1, Azhar 2, Bintang, Wawan, Mas Muhsin, Yudi, Mbak Nurul, Sakto, Akbar, Mr. Palu, Miss Ifa (Tutor)
Oxford Stage 3 : Mita, Linda, Dwi, Happy, Retno, Mbak Nurul, Andi, Pak Guru, Mr. Haris (Tutor)

Jumat, 01 Maret 2013

Lagu Rindu dari Hujan

Hujan memiliki kemampuan menghipnotis manusia untuk meresonansikan ingatan masa lalu. 
Dan tanpa bisa mendapatkan bukti ilmiah, para ilmuwan hanya bisa menyimpulkan bahwa:
 “di dalam hujan ada lagu yang hanya bisa didengar oleh mereka yang sedang rindu”

Minggu, 10 Februari 2013

Random Stuff

x : "pacar kamu ngga pernah perawatan ya?"
y : "kok tau ?"
x : "mukanya biasa" --> ngga cantik-cantik amat gitu maksudnya.

z : "Kok turahmen dhuit perawatan barang. nggo mangan ae susah (kok lebih duit banget pake perawatan segala. buat makan aja susah"

*keep strong sist...
#just random stuff

Senin, 14 Januari 2013

yeah, I just changed my blog background. And now, I am feeling dizzy to look at my own blog (-_-'!l) No problem, maybe someday, I can get rid of my phobia. I DON'T AFRAID OF WATER!!! (shouting to myself)

Minggu, 18 November 2012

Kasih Sayang

               
          Pada suatu ketika ada suatu pulau yang dihuni semua sifat manusia. Ini berlangsung lama sebelum mereka menghuni tubuh manusia. Sebelum kita mengkotak-kotakannya ke dalam istilah baik atau buruk. Sifat-sifat ini berdiri sendiri sebagai manusia dengan masing-masing ciri khasnya. Optimisme, Pesimisme, Pengetahuan, Kemakmuran, Kesombongan, Kasih sayang, dan sifat-sifat manusia lainnya.

           Suatu hari ada pemberitahuan bahwa pulau itu akan tenggelam pelan-pelan. Sifat-sifat ini dilanda kepanikan. Mereka segera menyiapkan perbekalan dan bersiap-siap meninggakan pulau dengan perahu yang mereka miliki.
       
          Kasih sayang belum siap. Dia tidak memiliki perahu sendiri. Mungkin dia telah meminjamkannya kepada seseorang bertahun-tahun yang lalu. Dia menunda keberangkatannya pada saat-saat terakhir karena sibuk membantu teman yang lain bersiap-siap. Akhirnya Kasih sayang memutuskan ia perlu meminta bantuan.
       
          Kemakmuran baru saja akan berangkat dengan perahu yang besar lengkap dengan teknologi mutakhir. “Kemakmuran, bolehkah aku ikut denganmu?” tanya Kasih sayang.
      
           “Tidak bisa!!”, jawab kemakmuran. “Perahuku sudah penuh dengan seluruh emas, perak, perabotan antik, dan koleksi seni. Tak ada ruang untukmu disini”.
      
           Lalu Kasih sayang minta tolong kepada kesombongan yang lewat dengan perahu yang indah.
          “Kesombongan, sudikah engkau menolongku?”
       
          “Maaf”, jawab Kesombongan, “Aku tidak bisa menolongmu. Kamu basah kuyup dan kotor. Nanti dek perahuku yang mengkilat ini kotor jika kau naik.”
       
          Kasih sayang melihat Pesimisme yang sedang bersusah payah mendorong perahunya ke air. Pesimisme terus-menerus mengeluh soal perahu yang terlalu berat, pasir yang terlalu lembut, air terlalu dingin. Dan kenapa pulau ini mesti tenggelam? Kenapa semua kesialan ini mesti menimpanya? Meski Pesimisme mungkin bukanlah teman perjalan menyenangkan. Kasih sayang sudah sangat terdesak.
          “Pesimisme, bolehkah aku menumpang perahumu?”.
     
            “Oh Kasih sayang, kau terlalu baik untuk berlayar denganku. Perhatianmu membuatku merasa lebih bersalah lagi. Bagaimana kalau nanti ada ombak besar yang menghantam perahuku dan kau tenggelam? Tidak, aku tidak tega mengajakmu”.
       
          Salah satu perahu paling akhir meninggalkan pulau adalah Optimisme. Itu karena dia tidak percaya tentang bencana dan hal-hal yang buruk, termasuk bahwa pulau ini akan tenggelam. Kasih sayang berteriak memanggilnya, tetapi Optimisme tak mendengar. Ia terlalu sibuk menatap ke depan dan memikirkan tujuan berikutnya. Kasih sayang memanggilnya lagi tetapi bagi Optimisme tak ada istilah menoleh ke belakang. Ia terus berlayar ke depan.
      
           Pada saat Kasih sayang sudah nyaris putus asa, dia mendengar sebuah suara. 

          “Ayo naiklah ke perahuku!” 
  
          Kasih sayang merasa begitu lelah sehingga dia meringkuk di atas perahu dan langsung tertidur sepanjang jalan sapai nakhoda kapal mengatakan mereka sudah sampai di daratan kering. Ia begitu berterima kasih, meloncat turun dan melambaikan tangan kepada nakhoda baik hati itu. Tapi ia lupa menanyakan namanya.
      
           Ketika di pantai, ia bertemu Pengetahuan dan bertanya, “Siapa tadi yang menolongku?”. 

          “Itu tadi waktu”, jawab Pengetahuan.
      
           “Waktu?” tanya Kasih sayang. 

          “Kenapa hanya waktu yang mau menolongku ketika semua orang tidak mau mengulurkan tangan?”
       
          Pengetahuan tersenyum dan menjawab,”Sebab hanya waktu yang mampu mengerti betapa hebatnya Kasih sayang”.


Dikutip dari :  buku “101 kisah yang memberdayakan sebagai media penyembuhan” karya George W Burns

Senin, 22 Oktober 2012

The Letter

            There’s nothing wrong with you. I know that you are a good man. Probably the one that  wrong was me... But one thing I will not forget is.... I’m very grateful that till today you’re entrusting your feeling to me.

When God stop you to come, I’m a little bit happy. I feel that God gave me a little more time. So one day I can welcome you with a better smile.
Not because I don’t like you. But, the past is not so easily left behind. The heart that once I gave you, I’m also not sure if all of them have come back to me or there’s a part that still left in you.
I don’t mean to turn you down. I just want you to come slowly. How can I let you to move so fast  while you can’t convince me, not fully get my heart?
I’ve fallen..... and I haven’t really recovered. I’m sure you can help me get back up if you keep trying and never give up.
That’s why......  I’m sorry.... I’m so sorry....maybe  I was too coward to say it to you directly. Maybe I’m only a child who still too young. Maybe I can’t face my own problems properly. I just want you to understand that I’m still in doubt, and I need a little more time.... Because I also don’t want to hurt you. Because if you’re keep forcing.... Maybe I would be upset, and make you sad...
But, I know, waiting is not an easy thing. Therefore, if one day you feel tired, tell me.... I’ll let you go.  And..... if you had left me,  I would stop trying too. Because now, I’m also giving my effort, to accept you one more time...
I don’t know after this everything is going to be better or worse instead. But of course I wish us the best. It’s just a letter that I wrote with a sense of guilty. Maybe after reading this letter you will feel sad or even angry. But, If you texted me after read this, I would welcome you with a smile. Because I know..... You must have understood....

Sabtu, 29 September 2012

Capacity Building STAN Part 6 (Epilog)


Sabtu, 29 September 2012. Setelah sekitar 3 hari menganggur tanpa tujuan hidup (dramatisasi) akhirnya hari ini aku memutuskan untuk menjemput sahabatku yang siang ini akan pulang dari CB gelombang 3. Selain itu juga sekaligus dalam rangka memenuhi undangan Kompi A untuk kumpul-kumpul kembali. Hmmm, gelombang 3 dipangkas waktu CB nya jadi cuma sampai hari Sabtu. Membuatku sedikit bersyukur bisa mendapat waktu lebih lama mengukir kenangan disana *terharu*

Waahhhh..... melihat kembali baret merah rasanya senang sekali. Mendengar lagi banyolan pelatih Hendri dan pelatih Galih benar-benar sesuatu sekali. Serasa bertemu kawan lama *sok akrab*. Dan suasana CB kembali terbawa saat kompi B alumni CB gelombang 2 kompak menyanyikan yel Salam Satu Cinta nya. Hmmm..... terharu... *serius*

Tak banyak pelatih yang ikut hari itu. Aku hanya melihat pelatih You-Know-Who (maaf, sampai sekarang aku belum ingat namanya), duo kompor (pelatih Hendri & Galih), Trio kwek-kwek, pelatih Roxy, dan satu lagi Cako yang aku lupa namanya dan pelatih Joseph.

Setelah gelombang 3 dibubarkan sebenarnya masih ada sesi foto-foto untuk terakhir kalinya bersama para pelatih. Tapi aku memilih untuk tidak ikut karena tampaknya sahabatku sudah begitu lelah dan aku ingin segera mengantarnya pulang. Dan sepanjang perjalanan kampus-PJMI (kosan sahabatku) rentetan cerita tentang CB mengalir mulus dari kami berdua. Haha hihi mengenang ini itu, ketawa saat ternyata kami merasakan hal yang sama. Haha....

Capacity Building, bahkan berminggu-minggu setelah acara itu berakhir, cerita tentang kegiatannya masih tetap menjadi topik seru yang menarik untuk diperbincangkan. Di acara kumpul kelas, kumpul kosan, kumpul-kumpul bersama sahabat, selalu saja kenangan tentang CB nyempil. “gagal move on” istilah yang aku dan dua orang sahabatku pakai untuk menyebut sindrom CB-nisme ini. Malah ketika aku dan teman-teman tingkat satuku kumpul-kumpul makan malam, sempet ada yang BT gara-gara kita terus-terusan ngebahas CB, padahal saat itu kita harusnya ngomongin rencana jalan-jalan bareng kelas. Haha….

Bahkan di dua momen penting kami selanjutnya, yaitu judisium dan wisuda, CB tetap terbawa-bawa. Saat judisium misalnya, kami kembali dikumpulkan per gelombang CB. Kemudian kami bergiliran menggetarkan gedung G dengan teriakan yel-yel per gelombang. Aku yang saat itu berada di tribun atas saja sempat khawatir kalau lantai yang kuinjak akan runtuh karena hentakan kaki kami :D Dan tentunya tak lupa juga foto-foto selama CB ikut terpampang di slide kenangan yang diputar oleh sekre.

Dan kisah CB semakin tak berujung saat akhirnya kompi A mengadakan first gathering di taman CD. Walaupun tak semua anggota hadir tapi cukup untuk memeriahkan suasana pagi itu.

Sementara itu, saat wisuda, kami disambut dengan lagu yang pasti sudah hafal luar kepala bagi alumni CB. Walaupun liriknya berbeda (karena memang yang diputar adalah versi originalnya) tapi feelingnya sama. Selamat datang satria muda....

Dan lebih waw lagi saat ada salah satu kelas yang mengadakan push up massal di depan lokasi wisuda. Waw, never ending CB, haha....

Dan yang pasti harus tak pernah terlupa adalah....

Maaf.... Tolong.... Terima kasih...

Tiga kata yang baru benar-benar kusadar ketika di CB adalah trio yang dampaknya bagi kehidupan sangat luar biasa. Setiap kali salah, ucapkan maaf. Sebelum meminta bantuan pun ucapkan maaf. Dan ketika meminta bantuan ucapkan tolong. Dan setelah menerima bantuan ataupun sebuah pemberian ucapkan terimakasih. Pada siapapun... bukan hanya bawahan pada atasan maupun antar teman. Ketika menjadi atasan maupun orang yang status sosialnya lebih tinggi, tiga kata ini akan membawa kita menjadi orang yang dihargai, dihormati, disenangi dan memiliki nilai lebih dalam kehidupan. I’ll remember that!

Capacity Building STAN 2012..... Never ending feeling......

Salam satu cinta!! :D



















             Song : Trouble is a Friend by Lenka
             Lyric:


Siswa STAN gelombang dua selalu tetap semangat, hooo~
Siswa STAN gelombang dua tetap gagah perkasa, hooo~
Kitalah sang juara berlatih di Makopassus
Jangan terpecah belah ayo kita semua bersatuuu~

Reff:
            Gelombang dua kita paling kompak
Kompi ABC semua tetap semangat
Gelombang dua selalu tetap Berjaya

Gelombang dua tetap semangat
Satu tujuan raih kemenangan
Gelombang dua selalu tetap Berjaya

Gelombang dua!!!!

Thanks to:
-Mrs. Tsuza dan Jeng Dizzy atas cerita-ceritanya.
-Mahasiswa STAN dan Sekre yang telah memosting foto CB di manapun (FB, blog, web), saya lupa foto-foto ini nyomot dari mana saja. Yang merasa salah satu foto itu bersumber dari situsnya, monggo boleh minta credit kesini :)