Kenangan adalah usia kedua dari seorang manusia...

Jumat, 27 Maret 2015

Jadwal Moto GP 2015

Menyambut musim baru 2015.
Setelah kemarin udah guling-guling ceria karena si Baby Alien berhasil jadi juara dunia dua kali berturut-turut langsung begitu dia naik ke kelas utama, musim ini saya siap untuk menyambut hattrick.


Kamis, 19 Maret 2015

D U F A N


Menemani sista Tsuza ke Dufan di hari minggu ceria tanggal 1 Maret 2015. Setelah sekian lama di Jakarta, akhirnya ngicipin kesini juga. Sebenarnya dari dulu ngerasa amit-amit banget pergi ke Dufan. Paling ngga suka main-main menantang adrenalin macam itu. Tapi, memenuhi 'ngidam' nya Partner in Crime ku tercinta, ayuklah cussss...

Saking semangatnya sampai sana kecepetan. Nunggu dulu satu jam baru boleh masuk. Foto-foto dulu. 
<--- salah satu hasilnya :D

Niat beli tiketnya di Indomaret biar cepet nanti masuknya, ternyata malah jadi lama gara-gara harus diverifikasi dulu datanya. Beli langsung disana lebih cepat. 

Disambut dengan hujan. Awalnya rintik-rintik, lama-lama deras. Pintu Dufan pun jadi molor dibukanya. Kami berteduh dulu di gazebo depan gerbang bersama banyak pengunjung lainnya.

Sejak awal sudah mewanti-wanti kalau aku ngga mau naik yang serem-serem ya. Entahlah, dulu pemberani, tapi sekarang kayaknya aku terlalu rapuh untuk naik-naik begituan.


Kora-Kora adalah yang pertama kali dicoba begitu masuk. Aku? Foto-fotoin aja sambil payungan di bawah gerimis. Hehe...

Kora-Kora

Alap-Alap
Kata raya_za aku naik Alap-Alap aja. Itu Halilintar (Roller Coaster) mini khusus untuk anak-anak. Okedeeeeh... Ngeliat bentuknya aja unyu gini nih..
Tapi ternyata... Pas belum jalan masih bisa ketawa-ketawa. Di atas alap-alap mewek-mewek, teriak-teriak mengutuk Tsuza. Turun alap-alap gemeter T.T

Itu sakit (dan serem) tau ngga sih. Khusus anak kecil apanya??????? Horror gitu.

Habis gemeteran naik alap-alap, menenangkan diri dengan masuk ke Rumah Jahil. Macam labirin cermin gitu. Kirain ini macam cermin-cermin yang bisa bikin badan kita keliatan berubah-ubah bentuknya, ternyata bukan. Pantesan, nyari cermin yang bikin keliatan kurus kok ngga ada (-_-'!)
 Tugas kita cuma menemukan jalan keluar. Ahhh,,, kecil lah #jentikin kelingking#


Rumah Jahil
Rumah Miring

Selanjutnya Rumah Miring. Kelihatannya biasa saja. Separuh perjalanan oke lah. Tapi kemudian, kerasa keliyengan pas lewat ruangan yang tingkat kemiringannya lebay. Pasca naik alap-alap, sepertinya masuk sini nambahin mumet dan mual. Berjalan tertatih menggapaimu #eh# menggapai pintu keluar maksudnya, sukses :D

Bianglala... 'Wahana yang wajib dinaiki' kalau kata Tsuza. Ketemu Bianglala dari awal-awal masuk sih, tapi masih belum beroperasi. Kata Mba Petugasnya karena hujan dan Bianglala pakai roda, jadi takut licin. Nunggu agak kering dulu.

Unyu sih. Sepertinya romantis kayak yang di film film. Langsung semangat naik.

Tapi, begitu naik, tetep aja. Apalagi pas sampai di puncak #pegangan erat-erat#. Aku ngga berbakat menghadapi ketinggian (@.@) Sereeeeeem!!!!


Bianglala

Udah gitu ngga ada romantis-romantisnya. Kata operatornya pas kami mau naik "Satu kereta harus ditempati enam atau lima orang.  Ngga boleh berempat, bertiga, apalagi berdua-duaan".

Padahal di awal udah ngebayangin bisa menikmati pemandangan berdua sama Tsuza. Faktanya, kami naik bersama 2 pasang pemuda pemudi yang sedang memadu cinta. Terus aku sama Tsuza hadap-hadapan agak jauhan gitu. Krik krik krik...


Ini wahana yang paling normal dan ngga bikin jantung deg-degan. Eh, deg-degan sih dikit. Karena kita mengarungi Istana Boneka ini naik kayak boat yang jalannya nurut arus air gitu. Satu boat dinaiki 12an orang. Secara aku kan takut sama air ya. Jadi tetep aja, ngeri-ngeri gimana gitu mengapung-apung di atas sungai. Di tengah perjalanan sempet macet beberapa kali karena boatnya nyangkut di dinding yang ada di pinggiran jalur. Terus semuanya pada heboh 'dayung'. hahahahaha...
Istana Boneka
















Happy Feet


Happy Feet cuma duduk sih. Tapi, sepertinya emang aku ini ngga bisa menghadapi sedikitpun goncangan #hellehhh

Jadi, ini semacam theater simulator yang kursinya bisa gerak-gerak sesuai kehebohan di filmnya gitu. Seperti di film Happy Feet, ya film pendek ini berkisah tentang petualangan para pinguin mengarungi lautan, dikejar hiu, loncat tebing, dll. Jadi yaaaaa gitu deh. Berasa mau kelempar dari kursi -_-



Halilintar
Halilintar. Kalau aku sih skip. Secara naik alap-alap aja udah kejang, apalagi ini. Kalau Tsuza ya dijabanin lah.














Hysteria. Aku nunggu Tsuza di bawah gerimis aja deh. Tapi sayang seribu sayang, pas dia tinggal selangkah lagi nongkrong di kursinya, eh, permainan dihentikan karena hujan turun makin deras :D

Hysteria
Ontang-anting. Wahana yang cantik ini, ternyata tak secantik penampakannya. Jangan tertipu dengan kecantikan. Nyatanya dia menyeramkan (-_-)

Ontang Anting
Kicir-Kicir. No comment deh, hela napas aja. Setuju sama komen ibu-ibu yang duduk di sebelahku (selama aku menunggu Tsuza menikmati kegilaannya). Kata dia, "Liat deh (dia lagi ngomong sama temennya) manusia digituin." #angguk-angguk#

Kicir-Kicir
Tornado. Kok ada gitu ya manusia yang mau dikayakginiin. Digantungin aja aku ngga mau, apalagi diombang ambingin #eh, ini tentang hal lain ding#
Tornado

Ice Age, berasa optimis dengan melihat banyak anak-anak keluar dari dalam wahana ini. Berarti aman. Ternyata (-_-'!) Awal-awal adem ayem memang. Lewat lorong-lorong dingin dengan sesekali ada percikan air, suara runtuhan es, boneka tokoh-tokoh film Ice Age di kiri dan kanan jalur sungai. Tapi kemudian ada firasat tak mengenakkan ketika sampai di suatu lorong dimana ada tulisan yang intinya peringatan agar kita berpegangan. Hyaaaaa.... Perahunya tetiba meluncur turun dan disambut dengan guyuran air yang membasahi sekujur tubuh (alat-alat elektronik harap diamankan yaaa). Terus naik lagi terus turun lagi. Aihhh... #elus-elus jantung#. Ini apa kabar anak-anak kecil????
Oh, mmm... mungkin aku lebih penakut dari mereka T.T

Ice Age
Penutup sebelum kami beranjak meninggalkan Dufan, Turangga-Rangga. Langit mulai gelap. Dengan lampunya yang menyala, dia tampak cantiiiiik sekali. Yang ini beneran cantik, anggun. Jalannya pelan, ngga serem, bisa sekalian denger live music pula. Ini baru beneran romantis. Hehe...

Turangga Rangga
Hari yang menyenangkan. Kesini lagi? Hehe, terimakasih banyak #melipir#

Image Source: disini, disini, dan disini

Minggu, 22 Februari 2015

Pulang Kampung Tak Pernah Se'horor' Ini

Image: www.iran-daily.com

Baru sampai... Masih di dalam mobil yang menjemputku dari stasiun.

Bapak: (sambil nyetir) "Kemaren mbah kakung minta bapak nelfon kamu. Katanya suruh nanyain kamu udah ketemu jodohnya apa belum. Orang tua kok ngga nanya-nanya katanya. Maksa pengen ditelfonin saat itu juga. Tapi, bapak bilang kalau kamu mau pulang, biar mbah nanya sendiri."
Aku: (dengerin sambil nganga)

Keesokan harinya, konfirmasi ke ibu. Jawabannya, lebih drama lagi. 

Ibu: "Iya, bapak sama Ibu dimarah-marahin. Katanya orang tua kok ngga ngerti banget. Bocah mana berani ngomong dulu kalau ngga ditanyain."
Aku: (speechless dengerin)
Ibu: "Makanya awas aja nanti kamu kalau ditanyain harus siap."
Aku: "Tapi, mbah ngga nanya apa-apa tuh. Mungkin dia lupa."
Ibu : "Ora mungkin. Dia tu kalau udah punya keinginan pasti inget terus."
Aku: (pucat)

Keesokan harinya, setelah Maghrib. Beneran. Bapak, Ibu, dan aku di'sidang'. Dan pertama kalinya aku mendengar mbah mengungkapkan perasaannya tentang 'jodoh' thing ini.
Intinya....
Aku ini sudah pantas untuk menikah. Kalau bergaul yang hati-hati. Milih pendamping jangan asal bagus (ganteng). Mbah juga menjabarkan segala hal tentang pedoman kuno terkait anak perempuan pertama dalam keluarga yang jodohnya ngga boleh begini, ngga boleh begitu, bla bla bla.

"Mumpung mbah masih hidup, pengen lihat cucu perempuannya nikah. Tapi, kalau memang nanti mbah meninggal terlebih dahulu sebelum bisa menyaksikan, ya mbah cuma bisa pamit. Minta doanya biar mbah selamat di alam sana. Nanti kalau memang sudah ketemu jodohnya, Kom sama Lis (Bapak & Ibu) ya cepet siap-siap."

Bapak yang menjawab semua-muanya. Aku hanya mendengarkan dengan sesekali 'nggih'. Tidak tahu mau berkata apa. 

I'm not ready yet.... Actually.... Apparently... 

Sabtu, 14 Februari 2015

Not an "Alay"

I  want to write after it so hard to convince them that Bigbang is not just an “alay”.

I actually fell in love with them because of their looks at first. But day by day, it becomes more than just that. Their music proves everything.

Back then, when I was asked why I chose Bigbang, I would answer that I like them inadvertently. It was because two of my best friends suddenly came to my boarding house. Chatting with each other about that da*n  Korean things and watching some music videos.

At first, there was nothing. But then, one of the music videos they called Beautiful Hangover like hitting my head. And it was only because of a simple thing. Just because the eyes of one of them looks like someone I know. Only that. And I fell in love. am I even sane?

Watching one after another of their music videos, listening to their mp3, watching their concert videos. And not too long, I completely sucked in this fu***ng black hole. I’m sorry for my bad mouth, because that’s actually what I felt at that time. Why I call it black hole? Because it’s like a really dark world that I never wanted and never even imagined would be in it. I weren’t too fond of Korean. And I really really hate Boyband. Very. That time. I think my friends still remember my bored face when they talk about this 'unfamiliar world' in my room.

But… now…

If someone ask me why I chose Bigbang, perhaps one of my answers is “because it’s very difficult to find a singer with more than a hundred songs that are all so addictive in my ears. And I found it in Bigbang”
  1. Good Boy
  2. Ringa Linga
  3. Monster
  4. Still Alive
  5. One of a Kind
  6. Bad Boy
  7. Fantastic Baby
  8. Cafe
  9. Obsession
  10. Turn It Up
  11. Heartbreaker
  12.  Eyes, Nose, Lips
  13. She’s Gone
  14. Let’s Talk About Love
  15.  Black
  16. Coup d’etat
  17.  R.O.D
  18. Shake the World
  19.  That XX
  20.  Baby Good Night
  21.  Blue
  22.  Beautiful Hangover
  23.  A Boy
  24.  1am
  25.  Let Go
  26.  Rise
  27.  Stay With Me
  28.  This Ain’t It
  29.  Love You to Death
  30.  Body
  31.  Crooked
  32.  I Love It
  33.  Nirilia
  34.  Runaway
  35.  Who You
  36. You Do
  37.  Ego
  38.  Feeling
  39.  Round and Round
  40. Crayon
  41. Without  You
  42. Missing You
  43.  Today
  44. Ain’t No Fun
  45. Alive
  46. Love Dust
  47. Wings
  48. Tomorrow
  49. Tonight
  50. I Love You
  51. Come to My
  52. GG Be
  53. Gotta Talk to U
  54. Love Box
  55. You Hoooo!!!
  56. What is Right
  57. Love Song
  58. Stupid Liar
  59.  Baby Don’t Cry
  60. Let Me Hear Your Voice
  61. Thell Me Goodbye
  62. Break Down
  63. I Need a Girl
  64. I’ll be There
  65. Just a Feeling
  66. Solar
  67. Wedding Dress
  68. You’re My
  69. Where You At
  70. Don’t Go Home
  71. High High
  72. GD&TOP
  73. Knock Out
  74. Gara Gara Go
  75. Day By Day
  76. Oh My Friend
  77. Sunset Glow
  78. Strong Baby
  79. Number 1
  80. Only Look at Me
  81. Prayer
  82. Last Farewell
  83. Lies
  84. Always
  85.  Lalala
  86. Dirty Cash
  87. Foolish Love
  88. But I Love You
  89. Butterfly
  90. Everybody Scream
  91. Fool’s Only Tears
  92. Thank You & You
  93. Lollipop 2
  94. Oh, Ah, Oh
  95. Polished
  96. Remember
  97. Stylish
  98. VIP
  99. We Belong Together
  100. Wonderful
  101. Cotton Candy
  102. Daebakiya
  103. Lollipop
  104. Forever With You
  105. VVIP
  106. Baby I’m Sorry
  107. DISCO
  108. The Leaders
  109. Goodbye Baby
  110. I Love You
  111. My Heaven
  112. What Can I Do
  113. My Girl
  114. Breathe
  115. Doom Dada
  116. How Gee
  117. Oh Yeah
  118. So Loving You
  119. With You
  120. Etc

Probably one of the things that makes other people hard to accept them is the genre. Although there are a few of their songs that have pop genre, but most is hip hop. I didn’t even realize that I love this kind of music before I know them. Fast beat, dancing rhythm, rap, bad boy style, etc.

 I fell in love with them when their new album titled Alive recently launched in 2012. Marvellous. And then look at their previous albums. Amazing. And then always follow their next album until now, none of them let me down. Not at all. Even their solo always make my day.

I never regret having loved them. Never, even once. Having a partner in crime to get through (someone who I would scold if she even had any intention to leave me after made me drown this deep), going watch their concerts, buying their merchandise. Haha… sounds like fanatic female fan’s  activity, right? But yes it is. One of the best group that has been acknowledged worldwide.

Their style is a bit extreme now. I even found it a little awkward. But I guess all of it is forgiven by their music. It doesn’t matter as long as they’re good. And I think they will always be good :p

Their songs do not just talk about love. Some talk about friendship, youth, self-respect, slander, arrogance, gossip, popularity, having fun, etc.

This is all my own opinion. I chose their music. Not only because of their appearance, or even just because affected by hallyu wave virus.
     
I’m VIP…
:)

Jumat, 13 Februari 2015

Ringa Linga

Rilis tanggal 07 November 2013.
Dance version.



Satu dari ratusan lagu bigbang yang ada di playlist...


-Sekelumit pemanasan menyambut hari esok-

Kamis, 12 Februari 2015

Is Life a Race?

Kita berjuang bersama.
Merangkai angan-angan bersama.
Berbagi demi kesuksesan bersama.

Saat kita berhasil bersama, akan sangat menyenangkan.
Jika kita gagal bersama, setidaknya bisa saling menguatkan.

Tapi...
Jika aku berhasil dan kau gagal...
Atau jika kau berhasil dan aku gagal...

For me...
Even "sabar ya" is not enough.
Smiling outside, broken inside.

That`s me.
But others,  may be more steadfast.

Kamis, 18 Desember 2014


Hahahahaha...
Sok misterius mode on :D
Aku belum cukup gila untuk memilih VIP -___-